55 Tempat Wisata di Aceh Terbaru Paling Hits Dan Populer

Tempat Wisata di Aceh – Aceh merupakan sebuah provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra, sekaligus menjadi provinsi paling barat di Indonesia. Provinsi ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup melimpah, yakni minyak bumi dan gas alam. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan bahwa cadangan gas alam yang ada di Aceh merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Aceh merupakan sebuah provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra, sekaligus menjadi provinsi paling barat di Indonesia. Provinsi ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup melimpah, yakni minyak bumi dan gas alam. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan bahwa cadangan gas alam yang ada di Aceh merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Aceh sempat dilanda bencana gelombang tsunami dan menerjang sebagian besar pesisir barat provinsi ini. Sekitar 170.000 orang tewas atau hilang akibat bencana tersebut namun Aceh kini sudah mulai pulih. Aceh memiliki cukup banyak tempat lokasi wisata diantaranya seperti wisata alam, wisata pengetahuan serta wisata religi. Aceh yang juga terkenal dengan sebutan Serambi Mekkah ini, di sana terdapat segudang potensi wisata yang luar biasa.

Baca Ini : Tempat Wisata di Makassar yang Wajib Dikunjungi

Mulai dari gugusan pulaunya yang tampak menawan, sampai pemandangan air terjunnya yang begitu memukau. Nah, kalau kamu penasaran dan pengin tahu ada apa aja di Aceh, yuk langsung aja kita telusuri bersama-sama.

1. Pulau Rubiah

Pulau Rubiah

Pulau Rubiah merupakan salah satu pulau yang terletak di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pulau yang seluas 26 hektar ini menawarkan keindahan surga bawah laut dan wisata bahari yang sangat memukau. Bahkan pulau ini dijuluki sebagai surga taman laut.

Pulau ini sangat cocok bagi para wisatawan yang memiliki hobi snorkeling, diving atau berkeliling dengan perahu kaca (glass bottom boat) karena di pulau ini terdapat berbagai jenis terumbu karang yang sangat berwarna-warni dan berbagai macam bentuknya. Tentunya karang-karang yang membentuk sebuah gugusan yang sangat menarik tersebut akan sangat memanjakan mata para pecinta wisata bahari.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan taman bawah laut tersebut tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan sendiri karena di pulau ini telah disediakan fasilitas penyewaan perlengkapan untuk snorkeling.

Harganya pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 40.000 per orang per hari. Apabila datang dengan rombongan bisa menyewa sebuah perahu (glass bottom boat) dengan biaya Rp 300.000,- untuk sekali jalan. Perahu ini dapat menampung 10-12 penumpang.

2. Pulau Weh Aceh

Pulau Weh

Di sini kamu bisa melakukan berbagai macam aktivitas olahraga air seperti berselancar, berenang, menjelajah dengan perahu, snorkeling dan menyelam. Menikmati alam bawah air dengan spesies penghuni bawah laut Pulau Weh merupakan daya tarik utama di objek wisata ini.

Keanekaragaman jenis ikan dan keindahan terumbu karangnya, baik terumbu karang yang keras maupun terumbu karang yang lunak dari berbagai jenis, bentuk dan warna, yang keseluruhannya membentuk gugusan karang yang indah untuk dinikmati oleh mata manusia. Beberapa terumbu karang yang ada yaitu Karang Lupas, Karang Rusa dan Karang Kerupuk.

3. Gunung Burni Telong

Burni Telong merupakan gunung yang terletak di Kabupaten Bener dan telah mejadi ciri khas dari Kabupaten Tersebut. Gunung Burni Telong adalah gunung berapa Aktif dan pernah meletus pada Tanggal 7 Desember 1924 menyebabkan kerusakan hebat lingkungan sekitarnya termasuk lahan pertanian dan perkampungan.

Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redeolong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele (RBL). Untuk mencapai gunung yang sering disebut Burni Cempege (gunung yang penuh belerang–red), ada beberapa jalur. Salah satunya, melalui Jalur Edelwais.

Dinamakan Edelwais karena di sepanjang jalur itu ditumbuhi bunga Edelwais yang oleh masyarakat Gayo dipercayai sebagai bunga abadi. Di ketingian Burni Telong, hamparan pohon pinus memanjakan mata Anda Inilah satu-satunya gunung berapi aktif di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

4. Pulau Gosong

Pulau Gosong

Pulau Gosong Aceh merupakan objek wisata kekinian tersebut. Pada dasarnya pulau ini hanya terbentuk dari pasir yang terbawa arus kemudian tertumpuk di karang, luasnya pun hanya seluas lapangan sepakbola. Namun keindahan yang ditawarkan tidak dapat dibantahkan lagi. Pulau ini memiliki pasir putih yang halus, air laut yang jernih, ditambah keindahan pohon cemara dan waru, dan masih banyak lagi keindahan lainnya. Di pulau ini anda dapat snorkeling khususnya di pagi hari, berpiknik ria, dan bahkan memancing. Pas untuk predikatnya sebagai objek wisata kekinian.

Selain itu, di sekitar Pulau Gosong memang terdapat spot menyelam, baik diving maupun snorkeling. Diam-diam kru Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh rupanya sudah menyelami keindahan bawah laut sekitar Pulau Gosong sejak 2013 dan mengulanginya pada medio 2015. Dahlan, Ketua POSSI Aceh, kepada media online lokal Aceh News menuturkan, pihaknya menjumpai biota laut seperti kima dan ikan napoleon yang tergolong langka.

Pulau Gosong berada di wilayah administratif Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Dari ibukota provinsi, Banda Aceh memakan waktu sekitar 7 jam perjalanan darat, menyusuri jalur pesisir barat selatan.Jalan yang dilalui lumayan lebar dengan kondisi mulus beraspal dan terbilang sepi.

5. Gunung Seulawah Agam

Gunung Seulawah

Gunung Seulawah Agam yang terletak di Kabupaten Aceh dan Kabupaten Pidie, Aceh, ini memiliki keindahan alami. Penat akan hilang begitu kita tiba di puncaknya di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (m dpl), meski harus menempuh sembilan jam perjalanan. Semua sangat alami. Udara bersih tanpa polusi, pepohonan rimbun, kicauan merdu berbagai jenis burung, dan pastinya tiada sampah plastik di gunung yang memiliki sebutan lain: solawa agam, solawaik agam, selawadjanten, dan goldberb ini.

Seulawah Agam terbentuk diperkirakan akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan menghujam lempeng kerak Eurasia. Akibat kejadian tersebut, terjadilah peleburan kerak Samudera Indo-Australia menjadi magma yang kemudian membentuk gunung ini. Menggapai puncak Seulawah Agam tidak sesulit gunung lain yang ada di Aceh seperti Burni Telong, Peut Sagoe, atau Puncak Leuser. Di area ini, kemiringan paling ekstrim hanya 70 derajat, itu juga tidak sampai 500 meter.

Bagi pendaki gunung di Aceh, khususnya mahasiswa, mereka belum dianggap pendaki jika belum menapakkan kaki di puncak Seulawah Agam. Mendaki Seulawah, bisa dimulai dari perkampungan penduduk Saree, Aceh Besar. Bagi wisatawan yang belum pernah mendaki, disarankan memulainya pukul 07.00 WIB, tujuannya, agar banyak waktu istirahat dan tidak kemalaman di hutan.

6. Gunung Seulawah Inong

Untuk mendaki gunung ini dapat ditempuh kurang lebih satu setengah jam karena dari pintu rimba dan puncak Gunung Seulawah Inong Aceh yang tak terlalu jauh. Untuk mendaki diharapkan sangat berhati-hati dalam melihat jalur karena jika salah Anda akan nyasar.

Di puncak Gunung Seulawah Inong Aceh kita bisa melihat berbagai keindahan hutan tropis yang menyejukkan mata. Anda juga bisa melakukan kamping di sini bersama teman-teman walaupun Anda akan menjumpai banyak orang disini tapi, tak perlu khawatir akan kehilangan tempat karena tempat yang disediakan cukup luas serta sumber air yang bisa membantu anda.

7. Air Terjun Peukan Biluy

Air Terjun Peukan Biluy

Air Terjun ini adalah sebuah wisata Air Terjun yang merupakan salah satu obyek wisata alam yang ada di Kab. Aceh Besar tepatnya di Desa Biluy, Kec. Darul Kamal, dan juga adalah tempat rekreasi bagi penduduk setempat.Wisata air terjun Pekan Biluy ternyata masih meninggalkan sisa¬sisa kejayaannya.

Untuk melihat langsung posisi air terjun pengunjung harus menaiki anak tangga sebanyak 172 buah dengan kemiringan rata¬rata 45 derajat Pasca bencana tsunami 24 Desember 2004 silam.

8. Air Terjun Kuta Malaka

Kuta Malaka

Air Terjun ini terletak di Desa Samahani, Kec. Kuta Malaka, Kab. Aceh Besar. Dari Banda Aceh, Anda hanya membutuhkan sekitar 20 menit untuk mencapai Sahamani. Namun, Anda membutuhkan beberapa jam untuk mencapai Air Terjun Kuta Malaka.

Medannya pun cukup terjal karena air terjun ini terletak di sebuah bukit. Air Terjun Kuta Malaka memiliki ketinggian sekitar 600 mdpl dan bertingkat-tingkat. Tingkatannya mencapai 17 tingkat dengan ketinggian yang berbeda-beda.

9. Air Terjun Suhom

Air Terjun Sohum

Air Terjun Suhom sudah dikenal sebagai obyek wisata di Aceh Besar yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Aceh. Air Terjun Suhom (atau sering juga disebut Air Terjun Lhoong atau Krueng Kala) terletak di Desa Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Air Terjun Suhom memiliki keindahan yang mempesona serta dilengkapi dengan bebatuan besar di sekitar sungai. Di Air Terjun Suhom, disediakan beberapa buah kolam untuk anak-anak atau pengunjung yang tidak bisa berenang. Di kawasan ini juga terdapat banyak pohon durian sehingga pada musim durian akan banyak yang menjual durian di sekitar air terjun.

10. Air Terjun Blang Kolam

Air Terjun Blang Kolam

Air Terjun Blang Kolam Berlokasi di hutan yang teduh dan terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan ketinggian sekitar 75 Meter. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan.

Tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga. Dulu sebelum konflik melanda Aceh, tempat ini adalah tempat yang menarik, tiap akhir pekan banyak dikunjungi oleh remaja dan keluarga untuk berekreasi.

11. Gua Loyang koro

Gua Loyang

Loyang Koro merupakan gua alam yang pernah dipergunakan untuk membawa kerbau sehingga di beri nama Loyang Koro (dalam bahasa Gayo Loyang = Goa dan Koro = Kerbau) Loyang Koro terletak tepat di kaki gunung pinggiran Danau Lut Tawar (DLT), hanya 15 meter dari bibir pantai. Goa ini merupakan salah satu objek wisata yang sanngat indah dan asri juga ramai pengunjungnya pada hari libur, goa ini letaknya di kaki Gunung Birahpanyang.

Goa ini juga memiliki kedalaman lebih kurang 110 meter, untuk memasuki ke dalam gua dapat dijangkau dengan jalan setapak. Para pengunjung yang berwisata ke Goa tersebut dapat menikmati sampai ke dalam goa yang berjarak sekitar 110 meter karena pemerintah pariwisata setempat sudah menyediakan vasilitas penerangan seperti listrik dan generator.

Goa ini memang terkenal dengan Stalaktik yang menawan hati, keindahan dari batu-batu alam yang tedapat didalamnya, baik warna, bentuk maupun ukurannya yang bervariasi membuat pengunjung betah berada di dalamnya.

12. Air Terjun Pria Laot

Air Terjun Pria Laot

Air Terjun Pria Laot berhulu dari Gunung Sarung Keris dan berada di tengah-tengah hutan dengan aliran air yang betingkat. Di balik keindahan pesona alamnya, tersimpan sisi lain yang siap jadi potensi lain yakni spa alam. Air terjun Pria Laot tak hanya menawarkan pesona pemandangan alam yang indah namun sebuah potensi wisata baru yakni spa alam.

Jika saja hal ini dilihat sebagai sebuah peluang bukan tak mungkin air terjun ini menarik banyak kalangan investor dan mengubahnya jadi potensi ekonomi yang tak terhingga.So tunggu apa lagi, jika pemandangan alam tak memuaskan hati Anda, setidaknya Therapy Ikan Bulan jadi alasan kuat untuk datang ke spot wisata unik ini.

13. Gua Loyang Datu Merah Mege

Gua Layung

Gua Loyang Datu Merah Mege adalah sebuah objek wisata yang berpanorama sangat indah, goa ini terletak di Isak Kecamatan Linge sekitar 26 km dari ibu kota Takengon, keindahannya goa laying datu ini dilengkapi dengan tempat peristirahatan dan tempat duduk untuk menikmati air deras yang mengalir didasar Goa.

Menuju ke lokasi gua dari jalan raya menuruni anak tangga semen yang dibuat Pemda. Beragam tanaman tumbuh disekitar gua, antara lain durian (Durio zibethinus), tenung, kemiri (Aleurites moluccano), kayu manis (Gly-cyrhiza glabra), kopi (coffea sp), geding, bambu (bambusa Sp), dan Damar (Shorea javanica).

14. Gua Putri Pukes

Putri Pukes

Gua ini merupakan wisata di Aceh Tengah yang berada kaki bukit kec. kebayakan arah menuju ke Nosar kira-kira sekitar 2 km dari ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, menurut lagenda Putri Pukes berasal dari tanah Gayo, yang mengisah seorang putri raja yang menyakai seorang pangeran kerajaan lain lalu memohon pada orang tuanya untuk mareka di nikahkan.

Awalnya orangtua sang putrid tidak menyetujui karena negeri sang pangeran sangat jauh namun putri dan pangeran sangat gigih memperjuangkan cintanya, akhirnya mareka di nikahkan. Setelah menikah sang putri harus tinggal bersama dan di kerajaan suaminya. Putri pukes mohon pamit pada orang tuanya dan diantar oleh pengawal, kalaupun dengan hati yang sangat sedih orang tuanya juga harus melepaskan anaknya.

15. Tahura Pocut Meurah Intan

Tahura Pocut Meurah

Nama Tahura (Taman Hutan Raya) ini diambil dari nama seorang wanita keturunan bangsawan Kesulatanan Aceh yang dikenal sebagai pejuang melawan Belanda.

Di Tahura Pocut Meurah Intan, Anda juga dapat menemukan beberapa obyek wisata, seperti air terjun berair panas, kawah belerang, tebing batu bersusun, lantai gunung berbatu, gunung gajah, batu monyet, bendungan peninggalan belanda, dan lain-lain.

16. Gua Ceruk Mendale dan Gua Ceruk Ujung Karang

Ceruk Mendale

Gua ini terletak dibawah kaki bukit hanya jarak sekitar 100 meter dari danau Lut Tawar dan 30 meter dari jalan kemukiman penduduk kampong Mandale, di Lokasi gua ceruk ini ditemukan kerangka manusia purba saat penelitian dan penggalian Tim Balar (Balai arkeologi Medan) yang wilayah kerja Sumut dan Aceh.

Dengan ditemukannya Kerangka manusia praserah di Gua Ceruk Mendale atau Loyang Ceruk Mandele dan Gua Ceruk Ujung Karang Kecamatan Lut Tawar daerah takengon semakin banyak dikenal masyarakat luas. Kerangka manusia yang ditemukan tersebut diperkirakan berusia 6500 tahun bahkan ada kerangka yang sudah berusia 7400.

17. Putroe Aloh/ Pucok Krueng

Putroe Aloh

Pemberian nama Putroe Aloh, kisahnya tidak jauh berbeda dengan cerita Malem Diwa dan 7 putri atau Jaka Tarun dan Tujuh Bidadari. Wisata alam di Pucok Krueng ini masih sangat asri. Sungai yang jernih dengan kebun pala di sekelilingnya membuat rasa penat setelah bekerja.

18. Cagar Alam Jantho

Cagar Alam Janto

Cagar Alam Janto adalah salah satu kawasan lindung yang terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Cagar alam ini sangat dilindungi oleh pemerintah Nangroe Aceh Darussalam karena inilah salah satu cara untuk melestarikan aneka satwa dan flora yang hampir punah, dan manfaat lain selain untuk melindungi yaitu sebagai tempat wisata yang keindahannya dapat dinikmati oleh banyak orang.

Cagar Alam Jantho ini terletak di Banda Aceh (Ibukota Propinsi Nangroe Aceh Darussalam) dengan jarak kurang lebih 50 km dan jika dari Kota Jantho (Ibukota Kabupaten Aceh Besar) ke kawasan Cagar Alam Jantho sekitar 9 km. Cagar Alam Jantho selain menyajikan pemandangan gunung yang indah disini terdapat berbagai macam satwa dan flora.

Jenis flora yang dapat anda nikmati antara lain hutan pinus, mampre, damar, gleum, bremen, sampang, ara, medang, beringin, meranti, kandis, jambu air, rambutan hutan, tampu, ketapang, medang ara, lukup, tampang, lawang, semiran, anang, jenarai, kerakau, rengen, merbau, dan kayu hitam. Selanjutnya keanekaragaman fauna yang dapat anda temukan disana yaitu macan dahan, kucing hutan, kijang, kancil, rusa, napu, kambing hutan, siamang, beruang, trenggiling, owa , kukang, kuao, dan gajah.

19. Kuala Merisi

Kuala Merisi

Disini anda bisa menikmati deburan ombak dari tepi pantai dengan menggelar tikar, merasakan hawa sejuk hembusan angin pantai. Wisata ini juga dijadikan untuk lokasi berselancar karena ombaknya sangat cocok untuk olahraga air.

Selain itu, Pantai yang putih dan bersih, ditambah lembut sangat cocok untuk anda yang ingin berbaring saja di sekitar pantai sambil menggelar tikar untuk menikmati keindahannya. Di sekitar pantai ini juga sudah banyak para penjual makanan dan minuman.

20. Krueng Babahrot

Krueng

Bagi anda pecinta keindahan alam, Krueng Babahrot Aceh bisa menjadi tujuan anda berikutnya. Salah satu sungai besar di wilayah Aceh Barat Daya ini menawarkan keelokan pemandangan yang akan memanjakan pandangan anda. Dikelilingi dengan tumbuh-tumbuhan yang masih asri, akan menambah ketenangan dan sejenak dapat melepas penat anda.

Sungai ini memiliki air yang berasal dari pegunungan yang masih asri. Jadi suasana di objek wisata ini pun masih sangat asri. Anda tidak perlu khawatir karena objek wisata ini juga menyediakan banyak tempat istirahat yang menenangkan. Disini juga banyak tersedia kantin dan rumah makam. Jadi anda tidak perlu khawatir kelaparan jika berwisata ke objek wisata ini.

21. Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar

Danau ini merupakan sebuah danau berada di Dataran Tinggi Gayo, Kab. Aceh Tengah. Nah untuk di sebelah barat danau ini terdapat kota Takengon yang merupakan ibukota dari kabupaten Aceh Tengah. Suku yang mendiami daerah tersebut adalah Suku Gayo. Menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar.

Cara menuju lokasi, Nah kalau anda datang dari luar Aceh kamu musti naik pesawat dulu dari kota asalmu ke Bandara Iskandar Muda Banda Aceh, travelers. Kamu bisa juga pergi ke Danau Laut Tawar lewat Kota Medan dan jarak tempuhnya juga lebih singkat, yaitu sekitar 3-4 jam aja.

22. Pantan Terong

Pantan Terong

Nah terutama para wisatawan yang menyukai wisata dengan pemandangan alam yang indah. Destinasi wisata yang berada di Kab. Aceh Tengah ini sangat cocok buat para wisatawan yang kepengen menyaksikan keindahan alam Dataran Tinggi Gayo.

Sebagai sebuah daerah destinasi wisata yang cukup populer, fasilitas yang tersedia di Bukit Pantan Terong ini pun lumayan lengkap. Dan bagi yang berani, kamu bisa melihat pemandangan alam Dataran Tinggi Gayo yang sangat fantastis dari ketinggian.

23. Rumah Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia yang mendapat julukan Srikandi Indonesia. Jika Anda sedang berkunjung ke Aceh Besar, Anda bisa berkunjung ke situs sejarah rumah Cut Nyak Dien.

Adapun bangunan yang ada saat ini hanyalah replika karena bangunan aslinya sudah terbakar pada tahun 1896. Namun, masih ada beberapa bagiannya yang masih asli seperti sumur tinggi yang bibirnya mencapai lantai dua.

24. Pusat Latihan Gajah Saree

Gajah Saree

Bagi Anda yang belum tahu, Aceh memilik populasi gajah yang cukup tinggi. Pada masa Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, Aceh memiliki sekitar 40.000 ekor pasukan gajah yang terlatih. Nah, kalau jaman dulu gajah dijadikan pasukan militer, maka gini gajah dilatih untuk kepentingan lain.

Gajah-gajah itu dilatih Pusat Latihan Gajah Saree. Pusat Latihan Gajah Saree berada di Kabupaten Aceh Besar. Di sana, gajah-gajah dilatih agar menjadi penurut. Bukan hanya penurut, gajah-gajah ini juga dilatih untuk bermain sepak bola. Anda bisa mencoba untuk naik gajah berkeliling sekitar lokasi.

25. Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indraparta

Iskandar Benteng

Benteng Indraparta merupakan benteng pertahanan yang dibangun sejak Kerajaan Lamuri yang merupakan kerajaan hindu pertama di Aceh. Benteng Indraparta ini merupakan peninggalan kerajaan Hindu yang terletak di pesisir pantai Ujong Batee, tepatnya di desa Ladong Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Tak jauh dari Benteng Indraparta terdapat Benteng Iskandar Muda.

26. Waduk Keuliling

Waduk Keuliling

Tempat wisata Waduk Keuliling Aceh berada di Desa Lam Leuot Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Dari arah jalan raya Medan¬Banda Aceh menuju ke waduk ini bisa kita tempuh sejauh kurang lebih 7 ( tujuh ) kilometer.

Waduk Keuliling yang berada di antara bukit¬bukit tersebut memberikan suasana tersendiri, Waduk Keuliling yang merupakan wisata buatan dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai tempat melepaskan hobi bagi mereka yang suka memancing.

27. Pemandian Krueng Baru

Pemandian Krueng Baru

Pemandian Krueng Baru adalah salahsatu objek pariwisata yang cukup ramai di Kabupaten Aceh Barat Daya, pengunjung biasanya datang kesini untuk sekedar menikmati keramaian atau sengaja mandi di Sungai yang memiliki volume yang besar. Air sungai sendiri digunakan untuk pengairan sawah petani di masyarakat sekitar.

28. Pemandian Krueng Susoh

Krueng Susoh

Bendungan Irigasi Teknis Pemandian Krueng Susoh (Mata Ie) adalah merupakan salah satu bendungan yang terindah yang berada di Kab. Blangpidie, Desa Mata Ie, Aceh Barat Daya. Bendungan dengan struktur teknis yang indah ini sudah dijadikan sebagai tempat Objek wisata  daerah, dengan airnya yang begitu hennig dah sejuk, dan disekitaran lokasi bendungan atau tempat pamandian krueng susoh tersebut terdapat juga banyak kantin atau caffee yg berada disekeliling lokasi tersebut.

Dan tidak hanya itu pemandangan dengan panorama alamnya yang begitu indah yang tidak kalah menariknya dari tempat-tempat wisata lain yang terdapat di Aceh Barat Daya yang dapat menarik simpati banyak para pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah yang datang ke lokasi tersebut.

29. Sungai Alas Taman Nasional Gunung Leuser

Gunung Leuser

Kenapa sungai ini menjadi istimewa karena sungai alas memiliki sungai yang sangat jernih dengan bentuk sungai yang berkelok serta terletak di salah satu hutan tropis hijau terbesar di dunia. Sangat cocok untuk jadi bahan petualangan bagi kamu yang suka tantangan dengan berarum jeram, jeramnya yang menantang dengan sungai yang bersih membuat pengunjung akan ketagihan untuk merasakan sensasinya. Wajar jika kemudian berbagai petualang dari berbagai negara banyak yang datang ke sungai alas untuk merasakan tantangannya.

30. Takengon

Takengon

Bosan dengan tempat wisata yang ramai dengan spot lokasi wisata yang biasa? cobalah untuk mulai berwisata dengan alam yang menawarkan interaksi dan kehidupan langsung dengan penduduk sekitar yang ramah. Salah satu tempat wisata yang menawarkan kelebihan seperti ini adalah Takengon yang merupakan ibukota dari Kabupaten Aceh Tengah.

Di kota ini kita akan menemukan suasana alam yang asri dengan kehidupan penduduk yang masih sangat ramah. Takengon berada pada sebuah kota ketinggian sehingga membuat kota ini disebut sebagai negeri diatas awan, kondisi alamnya sangat hijau dengan iklim dan udara yang sejuk sehingga membuat segar pengunjung yang datang. Hamparan pohon kopi, pinus dan danau air tawar yang jernih semakin menegaskan kealamian kota ini.

31. Museum Tsunami

Museum Tsunami

Nah pada tahun 2004 Tsunami menerjang Aceh dan menyisakan duka bagi warga Aceh yang telah selamat pada saat itu. Untuk mengenang sekaligus menghormati korban yang meninggal dalam musibah tsunami, dibangunlah sebuah Museum Tsunami yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda pada tahun 2009. Selain benda sisa bencana tersebut, juga ada foto korban meninggal dan cerita tentang kesaksian korban yang selamat, dan juga alat simulasi elektronik gempa bumi.

32. Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol

Tugu Kilometer Nol RI adalah penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perannya sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lokasinya terletak di Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya. Sekira 5 km dari Pantai Iboih.

33. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda tahun 1612 dan telah menjadi ikon Aceh. Masjin Baiturrahman juga menjadi obyek wisata religi di Aceh yang ramai dikunjungi karena kemegahan dan keindahannya.

Nah untuk bangunan utama pada Masjid ini berwarna putih dengan kubah hitam besar yang dikelilingi tujuh menara. Kesan megah Masjid ini semakin terasa dengan adanya kolam besar dan juga pancuran air pada bagian depan Masjid.

34. Masjid Tua Indrapuri

Tua Indrapuri

Masjid Tua Indrapuri dulunya merupakan candi yang didirikan oleh orang-orang Hindu di Aceh, namun kemudian dihancurkan setelah agama Islam masuk dan berkembang di Aceh. Di atas reruntuhan tersebut lalu dibangunlah Masjid Indrapuri oleh Sultan Iskandar Muda di sekitar tahun 1607 – 1636. Sampai hari ini, Masjid tersebut masih ada dalam bentuk bangunan tradisional yang dilestarikan dan difungsikan sebagai tempat ibadah.

Diperkirakan keseluruhan tapak/bekas candi tersebut hampir sama besarnya dengan Candi Borobudur. Masjid berkonstruksi kayu ini berdiri di areal seluas 33.875 meter, di poros jalan Banda Aceh-Medan, Desa Pasar Indrapuri , Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

35. Pantai Iboih

Pantai iboih

Pantai Iboih atau yang sering disebut dengan Teupin Layeu merupakan pantai paling barat di Indonesia. Pantai ini menawarkan sejuta pesona yang akan membuat para wisatawan jatuh hati. Walau pantai ini merupakan pelabuhan, namun Pantai Iboih mempunyai kecantikan yang mengagumkan. Perairan di pantai ini berwarna biru hijau, bening, dan dangkal.

Pasirnya yang putih dengan dikelilingi pepohonan hijau yang berada di hutan lindung ditambah dengan suasana yang tenang menjadikan pantai ini semakin mempesona layaknya surga kedamaian yang tersembunyi. Selain itu terdapat pula formasi gunung berapi yang berada di bawah permukaan lautnya.

Menurut cerita, gunung api bawah laut ini telah memisahkan Pulau Weh dengan ujung pulau Sumatera. Bagi yang tidak membawa alat snorkeling, tak usah khawatir karena di sini tersedia penyewaan alat snorkeling. Kita cukup membayar sewa sekitar Rp. 45.000. Ditambah dengan kecantikan yang luar biasa akan membuat kita semakin enggan beranjak dari pantai ini walau hanya sekedar untuk menikmati sunset.

36. Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga

Pantai ini merupakan pantai di Aceh Besar yang menjadi destinasi favorit bagi para peselancar, termasuk peselancar internasional. Pantai Lhoknga ini memiliki keindahan pasir putih dengan sedikit bebatuan, air laut yang biru jerni, dengan jajaran pohon kelapa dan pohon cemara yang membuat suasana menjadi sejuk.

37. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk berada di Kec. Lhoknga. Jadi, banyak orang yang keliru membedakan antara Pantai Lampuuk dengan Pantai Lhoknga. Nah untuk lokasi dua pantai di Aceh Besar ini pun bersinggungan. Pantai Lampuuk ini memiliki garis pantai sepanjang 5 km, dengan pasir putih dan air laut yang biru. Pantai ini pernah mengalami kerusakan saat tsunami 2004. Tetapi kemudian dimulai pembenahan untuk mengembalikan Pantai ini menjadi primadona wisata Aceh.

38. Pantai Lhok Mee

Lhok Mee

Sebelum memasuki kawasan Pnatai Lhok Mee, Anda akan disuguhi pemandangan perbukitan cadas dan pohon-pohon rimbun. Pantai Lhok Mee dijuluki sebagai Pantai Pasir Putih karena sejauh mata memandang, mata kamu akan menangkap hamparan pasir yang begitu putih bersih.

Disini anda dapat duduk-duduk sembari menikmati indahnya pemandangan di pondok-pondok kayu yang disediakan pengelola. Di sini juga cukup banyak penjaja makanan dan minuman.

39. Pantai Ujong Batee

Pantai Ujong Batee

Pantai Ujong Batee terletak di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, kurang lebih 17 km dari kota Banda Aceh menuju Pelabuhan Malahayati. Konon, pasir hitam yang ada di pantai ini dapat menyegarkan tubuh. Saat Anda berbaring di pasir hitam, maka tubuh akan mendapatkan kekuatan dari elemen-elemen alam.

Warga setempat juga meyakini bahwa pasir hitam ini bermanfaat untuk terapi kelumpuhan dan mengobati penyakit tulang. Saat menyusuri pantai, Anda akan melihat bekas reruntuhan benteng Indra Parta yang terendam air laut. Akibat tsunami, di Pantai Ujong Batee ini ada bagian pantai di mana bila Anda berjalan ke arah laut, maka airnya akan semakin dangkal.

40. Pantai Ujong Pancu

Pantai Ujong Pancu

Sesuai dengan namanya, Pantai Ujong Pancu terletak di Desa Ujong Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar. Tempat ini merupakan nol kilometernya pulau Sumatra. Untuk mencapai Pantai Ujong Pancu, Anda harus berjalan kaki mendaki perbukitan selama kurang lebih satu jam. Sepanjang perjalanan, Anda akan dinaungi oleh pepohonan dan ditemani kicauan burung. Nikmati hawa segar yang masih bebas dari polusi.

Airnya begitu bening hingga Anda dapat melihat terumbu karang yang bertebaran. Laut Ujong Pancu ini memang kaya akan terumbu karang dan ikan. Karena itulah, Pantai Ujong Pancu menjadi tempat favorit untuk memancing. Pantai Ujong Pancu ini juga menjadi tempat olahraga air kitesurf atau selancar layang.

41. Pantai Lhok Seudu Aceh

Pantai Lhok Seudu

Di sepanjang jalan kawasan Lhok Seudu, Anda akan menjumpai penjual ikan asin khas Lhok Seudu. Ada ikan asin, teri, bahkan gurita kering. Pantai Lhok Seudu ini terkenal dengan keindanan dua pantai dan dua tanjung, serta dua laguna.

Nah disini anda dapat menyaksikan pemandangan ratusan perahu nelayan warna-warni. Anda juga dapat menyusuri keindahan bawah laut Pantai Lhok Seudu.

42. Pantai Lange

Pantai Lange Aceh

Pantai Lange terletak di Desa Lam Lhom, Aceh Besar. Sama seperti Pantai Ujong Pancu, Anda juga harus mendaki Gunung Lampuuk untuk sampai ke Pantai Lange. Di Pantai Lange, saat berenang dan bermain air, Anda dapat menjumpai berbagai fauna laut seperti kerang, landak laut, dan ikan hias cantik warna-warni.

Berjarak 500 meter dari Pantai Lange, melewati bukit dan menyusuri pasir pantai, Anda akan menemukan Pantai Ie Rah. Di Pantai Ie Rah terdapat fenomena seruling samudra, berupa dua buah air laut yang menyembur ke atas seperti air mancur.

43. Goa Sarang

Goa Sarang Aceh

Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang mana udara disekitar gua ini masih sangat segar dan alami. Untuk menuju ke Gua Sarang kita akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 28 kilometer dari pusat Kota Sabang, atau sekitar satu jam perjalanan.

Nah karena dari kebun kita mulai berjalan kaki menuju ke lokasi Gua Sarang. Tapi sebelumnya sediakan uang Rp.5000/Orang ya untuk masuk, maklumi saja karena perkebunan itu bukan jalan umum.

44. Pulau Keluang

Pulau Keluang

Aceh Jaya yang memiliki potensi wisata yang sangat besar, selain terkenal dengan Pulau Reusam dan Pasie Saka yang berada di Desa Sampoiniet yang lagi hit di media social instagram. Namun ada satu pulau yang tidak boleh di lewatkan ketika menuju ke Aceh Jaya. Pulau keluang itulah nama yang di berikan oelh penduduk setempat, sejarah mengenai penyebutan nama tersebut belum di ketahui. Pulau Keluang berada di Kecamatan Lamno, Aceh Jaya.

Ketika berada di puncak Gurutee akan terlihat sebuah pulau dai arah Barat. Ada dua buah pulau yang bisa terlihat di sana Pulau Tsunami dan Keluang. Pulau Keluang berada di sebelah kanan pulau Tsunami. Dari puncak tidak begitu nampak jelas keindahan pantai pulau tersebut. Kalau kita pergi kesana kita akan mendapat banyak kenangan yang indah. Kalau ada yang pergi ke Aceh Jaya jangan lupa pergi ke tempat yang satu ini.

45. Ujong Seukee

Ujong Seukee

Ujong Seukee merupakan sebuah bukit karang yang terletak di sisi barat Pantai Momong. Lokasinya terletak di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Banda Aceh. wisata ini juga dikenal sebagai tempat memancing yang paling keren. Maka dari itu, jika kamu tak ingin ketinggalan momen seru ini, kamu pun wajib membawa peralatan pancing dari rumah.

Benar, selain bisa memancing di tempat ini, kamu pun akan diajak untuk menikmati panorama Pantai Momong dari ketinggian. Ombak lautnya pun cukup tenang. Warna airnya juga agak biru kehijau-hijauan. Dan yang paling penting, di sini banyak ikannya. Udah deh, gak perlu mikir lagi. Pokoknya tempat ini recommended banget buat kamu kunjungi.

46. Bukit Jalin

Bukit Jalin

Mengapa dinamakan Bukit Jalin? Karena bukit ini menjadi tempat paling ciamik untuk menjalin kisah kasih. Hehehe. Tapi gak usah percaya ya, soalnya itu cuma buat seru-seruan aja! Oke, kembali ke topik utama. Bukit Jalin terletak di Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Banda Aceh.

Dari atas bukit ini kamu akan melihat pemandangan indah berupa perbukitan, sungai, dan wilayah hutan yang masih lebat. Tak hanya itu, udara di sini pun juga terasa sejuk dan menyegarkan. Karena memang, kawasan ini didominasi pepohonan hijau nan rimbun yang siap meneduhkan hatimu.

47. Waduk Jeulikat

Jeulikat

Tempat wisata ini masih terbilang baru di Kota Lhokseumawe. Setiap senja tiba, lokasi ini selalu ramai didatangi pengunjung yang ingin melepas penat atau sekadar bersantai bersama kawan maupun kekasih.

48. Lingkok Kuwieng

Lingkok Kuwieng

Nama obyek wisata ini adalah Lingkok Kuwieng. Untuk mencapainya, kamu harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari pusat Kota Pidie. Dari pos penjagaan, kamu masih harus berjalan kaki menyusuri lereng lembah untuk mencapai lokasi ini.

Total waktu yang kamu butuhkan sekitar 1 jam perjalanan dengan melewati jalan setapak bebatuan. Meskipun terasa begitu melelahkan, tapi semua akan terbayar lunas saat kamu melihat keindahan Lingkok Kuwieng ini.

49. Kuala Paret

Kuala Paret

Meskipun namanya kurang menarik, tapi ternyata tempat ini menyimpan keindahan alam yang begitu luar biasa dan menawan. Di sini kamu akan menemukan dinding batu alami yang dialiri air sungai yang cukup deras.

Untuk sampai di lokasi ini, kamu harus mengarahkan kendaraanmu ke Desa Kaloi, Tamiang Hulu, Banda Aceh. Dan memang, secara administrasi, lokasinya masih berada di kawasan perkebunan kelapa sawit PT. Ampli. Jaraknya pun cukup jauh dari pusat kota Kuala Simpang, yakni sekitar tiga jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

50. Air Terjun Lhok Keutapang Aceh

Lhok Keutapang

Untuk mencapai lokasi air terjun ini memang gampang-gampang susah. Tapi banyak susahnya, sih. Hehehe. Ya, pertama-tama kamu harus menyusuri jalanan setapak, kemudian menuju ke hutan rimba, dan setelah itu menuruni jalanan berbatu yang agak licin dan curam.

Total perjalanan yang akan kamu tempuh sekitar 1,5 jam. Tapi tenang, meskipun kawasan hutan ini masih lebat, tapi cukup aman kok. Soalnya udah banyak orang yang berlalu-lalang di sekitar lokasi ini. Istimewanya lagi, untuk memasuki obyek wisata ini kamu tidak akan dikenai sepeser pun.

51. Air Terjun Tahura Saree

Tahura

Tak banyak yang tahu kalau di Lembah Seulawah Aceh Besar juga terdapat sebuah air terjun yang begitu indah dan memesona. Untuk mencapai air terjun ini memang dibutuhkan perjuangan yang lumayan melelahkan. Kamu harus melewati berbagai rintangan karena air terjun ini letaknya cukup jauh dari tempat parkir kendaraan.

Bahkan, kamu harus masuk ke dalam hutan yang cukup lebat. Jika kamu ingin ke sini kamu harus menyiapkan uang sebesar Rp. 10rb untuk biaya retribusi memasuki obyek wisata ini. Setelah membayar biaya retribusi, kamu akan dibimbing oleh Polisi Hutan untuk mengantarmu sampai ke lokasi.

52. Pulo Aceh

Pulo Aceh

Pulo Aceh merupakan sebuah nama kecamatan yang terletak di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Banda Aceh. Di lokasi ini kamu bisa mengeksplor puluhan Pantai Alue Raya, Pantai Pasi Lambaro, Pantai Pasi Raya, Pantai Mata-ie, Pantai Krisek, Pantai Lapeng, dan beberapa teluk yang sangat indah.

Memang, Aceh cukup dikenal dengan wisata baharinya, maka tak heran kalau banyak wisatawan yang berkunjung ke sini untuk menghabiskan waktu berliburnya. Selain itu disini kamu bisa ber-snorkeling dan menikmati indahnya panorama bawah laut yang memukau. Terumbu karangnya masih terjaga. Biota lautnya pun cukup lengkap.

53. Air Terjun Tansaran Bidin

Tansaran

Air Terjun yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter ini terletak di Desa Tansaran Bidin, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Banda Aceh. Ya, air terjun yang mempunyai pesona dan daya tarik yang begitu luar biasa ini menjadi salah satu air terjun tertinggi di Provinsi Banda Aceh. Butuh tenaga ekstra untuk mencapai lokasi ini.

Kamu harus menempuh perjalanan dengan melewati jalan setapak selama kurang lebih 1,5 jam. Agak melelahkan memang. Tapi, semua itu akan terbayar lunas ketika kamu sampai di sini.

54. Mercusuar William Toren III

Mercusuar

Mercusuar William Toren III masih satu kawasan dengan obyek wisata Pulo Aceh. Maka dari itu, mumpung kamu masih di kawasan tersebut, sekalian aja deh sambangi tempat ini. Toh, gak ada ruginya juga kok. Hehehe.

Benar, bangunan mercusuar ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya sudah berusia 140 tahun.

55. Rumah Makan Hasan

Rumah Makan Hasan

empat kuliner di Aceh yang satu ini di namakan Rumah Makan Hasan oleh pemiliknya dan merupakan sebuah tempat kuliner aceh enak yang berdiri di Jalan Muhammad Hasan, Banda Aceh,2324 yang tentu saja dengan berdiri di tempat tersebut akan sangat mudah untuk di jangkau oleh masyarakat.

Beberapa menu andalan yang di sajikan di tempat yang bernama Rumah Makan Hasan ini adalah seperti misalkan saja Kari Kambing dan juga ayam tangkap yang tentu saja mampu untuk menggoyang lidah anda.

Tempat makan yang bernama Rumah Makan Hasan ini sangat ramai di jam makan siang dan untuk harganya sendiri tidak terlampau mahal yakni antara Rp. 15.000 hingga Rp. 25.000 yang tentu dengan merogoh kocek sedalam itu perut anda akan puas.

Baca Ini : Tempat Wisata di Surabaya yang Wajib Dikunjungi

Demikian mengenai Tempat Wisata di Aceh Terbaru Yang Paling Bagus nah semoga ini bisa bermanfaat untuk kalian semua, jika anda ingin bertanya tentang artikel ini, anda bisa berkomentar melalui kolom komentar dibawah ini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!